Saring Sebelum Sharing: Densus 88 Edukasi Bijak Bermedsos dan Anti Radikalisme

Magetan (9/2/2026)- Dalam upaya meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya penggunaan media sosial yang sehat dan aman, bertempat di MTsN 5 Magetan, Satgaswil Jatim Pencegahan Densus 88 Anti Teror mengadakan kegiatan sosialisasi bertema “Bijak Bermedia Sosial, Tolak Paham Radikalisme.” Kegiatan ini berlangsung dengan penuh semangat dan diikuti oleh siswa dan guru MTsN 5 Magetan.
Sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada para siswa tentang bagaimana media sosial dapat menjadi sarana positif sekaligus memiliki potensi resiko jika tidak digunakan secara bijak. Melalui penyampaian yang komunikatif dan interaktif, narasumber dari Densus 88 yaitu Kompol Purn. Indro Warsito, S.H., M.H menjelaskan tentang peristiwa pelajar Indonesia yang telah terpapar paham radikalisme, cara para teroris menyusupkan paham radikalisme kepada anak- anak, dan jenis paham radikal yang ada di berbagai negara.
Kepala MTsN 5 Magetan, Suwoko, S.Pd., M.M.Pd, dalam sambutannya menyampaikan bahwa para siswa harus selektif dan kritis dalam menerima informasi. "Informasi yang ada di media sosial harus disaring, yang positif dan bermanfaat bisa diambil, tidak boleh melakukan bullying kepada teman, dan tolak radikalisme," ujarnya.

Suasana kegiatan berlangsung santai namun sarat edukasi. Para siswa secara aktif berinteraksi dengan narasumber mengenai pengalaman mereka dalam bermedia sosial dan tanya jawab.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh siswa dapat menjadi agen perubahan yang mampu menggunakan media sosial secara bijak, menyebarkan konten positif, serta bersama-sama menolak segala bentuk paham radikalisme demi terciptanya lingkungan digital yang aman dan harmonis. (Phi)
Magetan (9/2/2026)- Dalam upaya meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya penggunaan media sosial yang sehat dan aman, bertempat di MTsN 5 Magetan, Satgaswil Jatim Pencegahan Densus 88 Anti Teror mengadakan kegiatan sosialisasi bertema “Bijak Bermedia Sosial, Tolak Paham Radikalisme.” Kegiatan ini berlangsung dengan penuh semangat dan diikuti oleh siswa dan guru MTsN 5 Magetan.
Sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada para siswa tentang bagaimana media sosial dapat menjadi sarana positif sekaligus memiliki potensi resiko jika tidak digunakan secara bijak. Melalui penyampaian yang komunikatif dan interaktif, narasumber dari Densus 88 yaitu Kompol Purn. Indro Warsito, S.H., M.H menjelaskan tentang peristiwa pelajar Indonesia yang telah terpapar paham radikalisme, cara para teroris menyusupkan paham radikalisme kepada anak- anak, dan jenis paham radikal yang ada di berbagai negara.
Kepala MTsN 5 Magetan, Suwoko, S.Pd., M.M.Pd, dalam sambutannya menyampaikan bahwa para siswa harus selektif dan kritis dalam menerima informasi. "Informasi yang ada di media sosial harus disaring, yang positif dan bermanfaat bisa diambil, tidak boleh melakukan bullying kepada teman, dan tolak radikalisme," ujarnya.
Suasana kegiatan berlangsung santai namun sarat edukasi. Para siswa secara aktif berinteraksi dengan narasumber mengenai pengalaman mereka dalam bermedia sosial dan tanya jawab.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh siswa dapat menjadi agen perubahan yang mampu menggunakan media sosial secara bijak, menyebarkan konten positif, serta bersama-sama menolak segala bentuk paham radikalisme demi terciptanya lingkungan digital yang aman dan harmonis. (Phi)
MTsN 5 Magetan